Monday, March 11, 2019

Andai Dilan Jadi Anak Rohis

Seminggu lalu yang menonton Dilan 1991 gratis bersama Pak Wabup Bandung Barat, Hengky Kurniawan. Sebenarnya penasaran saja bagaimana kelanjutan dari Dilan 1990 yang dulu pernah saya tonton.


Sumber Gambar : Fimela.com

Ngevlog bareng Pak Hengky setelah nonton Dilan

Dilan 1990 menduduki film terlaris kedua sepanjang masa di Indonesia, penontonnya sekitar 6 juta orang terpaut sedikit dari peringkat pertama Warkop DKI Reborn.
(Data diambil dari Cinema 21, PPFI, Blitzmegaplex, produser film dan sumber-sumber lainnya.)


Sebagai film yang mengangkat latar Bandung, tentu saja saya bangga dong. Kebetulan juga pernah bertemu penulisnya ayah Pidi Baiq. Namun di Dilan 1990 ada hal yang tidak saya sukai yaitu adegan di mana Dilan memukul Pak Suripto.

Bayangkan 6 juta orang menyaksikan Dilan memukul gurunya, yang saya takutkan anak-anak ABG menirunya. Apalagi saya seorang guru. Masa setiap guru harus dibekali ilmu kebal.

Dilan 1991 juga menawarkan hal yang serupa, bumbu-bumbu percintaan yang berlebihan. Adegan ciuman secara tersirat, kalau saya nonton Dilan bersama orangtua aga canggung deh.

Terus hal paling menyebalkan adalah keras kepalanya Dilan. Disuruh jangan tawuran oleh Milea. Eh malah tawuran mulu jadi putus deh.

Coba aja kalau Dilan ngga ikut geng motor, malah ikut remaja masjid (Rohis) mungkin saja Dilan mampu mengajak Milea Hijrah dan nantinya mereka menikah.

Dilan menyuruh Milea menutup auratnya, lalu Dilan mengajak teman-temannya ikut pengajian Ustad Hanan Attaki atau Ustad kekinian lainnnya. Mungkin saja tidak ada cerita Akew (Teman Dilan) meninggal dikeroyok geng motor.Rasanya hidup Dilan lebih barakah hehe.

Setelah lulus kuliah Dilan mengkhitbah Milea, lalu mereka menikah. Serta berkolaborasi berjualan cireng isi atau nasi padang kekinian. Mereka mengajak teman-teman mantan geng motornya untuk berjualan.

Lalu di mana konfliknya kalau Dilan jadi anak rohis ? Konfliknya di saat Dilan berhijrah ada saja temannya yang mengajak tawuran, hingga menyekap Milea agar Dilan mau kembali ke geng motor mereka.

Karena terdesak Dilan jadi Spiderman, sebelumnya Dilan sempat di gigit lancah maung ( Laba-laba harimau). Makin ngaco duh.

Intinya lebih indah jika film-film yang sarat pesan moral menjadi trending perfilman Indonesia. Semoga Indonesia dapat menghadirkan film yang punya jiwa keindonesian. "Ketika Dilan bertasbih" mungkin keren juga tuh.

26 comments:

  1. Hhii... duh Aa mah konyol. Gih buat novelnya dulu.

    ReplyDelete
  2. Ada aja idenya aa catu ini. Btw coba deh kirim2 ke mojok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga mau mojok ah dosa apalagi bukan dengan pasangan halal

      Delete
  3. Hahaha bodor pisan lah ini pengandai-andaiannya.

    ReplyDelete
  4. Dilan versi syari? Bisa dicoba nih hehehe

    salam,
    kidalnarsis.com

    ReplyDelete
  5. Ah, sama. Adegan mukul guru itu yang paling nggak sreg. Kalo geng-geng motor, sepengalamanku jadi anak SMA di Bandung pada tahun yang sama dengan Dilan, memang udah marak. Lah temen sekelasku juga ada yg anak geng motor. Alhamdulillah sekarang dia udah hijrah.

    ReplyDelete
  6. aku salfok sama nasi padang kekinian :))))

    salam,
    aliviaawin.com

    ReplyDelete
  7. Brati film dilan 1991 masuk ke kategori film bimbingan orang tua yak.hehe

    ReplyDelete
  8. Wah iya ya..
    Keren juga kalau dilan jadi anak rohiss..
    Btw, aq sampai skrg tak tergerak untuk nonton dilan, hehe

    ReplyDelete
  9. lebih suka dilan dg apa adanya, coba buat deh versi syarinya

    ReplyDelete
  10. wkwkw bisa dicoba
    semoga barokah ya...

    ReplyDelete
  11. Daripada berandai-andai, mending bikin novel atau film tandingannya kak.....disana bisa bereksperimen sesuka hati terserahlah Dilan mau diajak masuk mana

    ReplyDelete
  12. Lebih suka baca bukunya. Jadi menolak nonton Filmnya.

    ReplyDelete