Nychken Gilang's Story

Tuesday, March 19, 2019

Milenial Party Bersama Musisi

8:07 AM 1
Alhamdulillah saya dapat kesempatan menghadiri acara provider 3. Acara bertajuk milenial party yang mengundang musisi seperti Band Padi, Sheila On 7 dan konten kreator terkenal, Arif Muhammad atau yang lebih dikenal dengan Mak Beti.

Selfie bersama Mak Beti, Piyu Padi, Adam Sheila On7 dan Angel Evos

Sebenarnya masih banyak pengisi acara lainnya seperti team profesional gamer seperti Evos dan musisi Indie asal Bandung yang turut memeriahkan perhelatan acara yang dihadiri 10 ribu orang tersebut.

Alhamdulillahnya lagi saya tidak perlu mengantri karena diberikan akses VIP sebagai media oleh pihak 3, duh berasa jadi Sultan deh saat itu. Tinggal menunjukan ID Card bisa masuk secara leluasa.


Pertama saya disuguhi makan, hal uniknya meskipun acaranya dipusat kota, ada hidangan khusus berupa bandrek. Duh berasa nostalgia dengan minuman itu.

Setelah perut kenyang pihak 3 membagikan voucher pulsa dan kartu 3 untuk pada tamu undangan dan mempersilakan untuk mengikuti konferensi pers.

Konferensi pers berjalan seru, pihak dari 3 memaparkan tujuan dan detail acaranya lalu para bintang tamu ditanya seputar keikut sertaan acara tersebut. Saya sempat bertanya ke Mak Beti terkait kenapa videonya selalu trending.



Mak Beti menjawab bahwa sebagai konten kreator harus membuat konten menarik, sebenarnya Mak Beti tidak mengejar kata trending. Adapun kalau mau trending harus menghindari konten ombak seperti gosip artis, paparnya.

Setelah ini saya masuk dong ke Venue acara. Acaranya meriah banget karena 3 mempersiapkan perhelatan "Milenial Party" dengan balutan milenial juga. Banyak permainan berbasis teknologi dan juga tempat foto yang instagramable banget.



Setelah mengambil bingkisan dari 3 berupa baju dan lain-lain. Saya sempat mengunjungi booth media juga untuk makan lagi haha, mau meliput malah makan mulu.

Bersama media lainnya saya memasuki venue acara. Ketika di sana sedang tampil DJ Winky, baru tahu acara DJ itu seheboh itu. Dengan berbagai lampu kelap-kelip, biasanya saya ngeDJ pas cuci piring diringi lagu dangdut.


Acara dilanjutkan dengan penampilan dari Bandi Padi, saya sempat galau ketika Padi membawakan lagu mellow. Duh malah baper deh. Padi membawakan kurang lebih 10 lagu lalu dilanjutkan penampilan dari Sheila On7 yang tak kalah meriah.


Terimakasih 3 sudah mengundang saya ke acara kerennya. Next undang lagi yah, makannya enak duh hehe.

Friday, March 15, 2019

Keseruan di Acara Blogger Day 2019 : Menjejak Trans Studio Bandung

11:14 PM 3
Alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk mengikuti acara blogger day 2019 yang diinisiasi oleh Bloggercrony. Sebenarnya saya baru beberapa bulan bergabung dengan Bloggercrony, awalnya hanya blogger biasa yang jarang bergabung di acara komunitas.


Sekadar informasi Bloggerday yang diadakan oleh bloggercrony didukung oleh Bolu Susu Lembang, Raka FM dan Sonora FM. AHRA Reflexology by Nest, Bloggerpreneur Bloggercrony Community, Blogger Bandung, Endeus TV. Dan tentu saja BCC Squad bersama para pengurus komunitas Bloggercrony Network (BCN) dan BCN Executive (Pengurus harian BCC).

Di suatu hari, seorang teman yang mengabari lewat DM instagram tentang acara Bloggercrony ini, awalnya sih tidak yakin lolos apalagi acara keren-keren, salah satunya menjejak Trans Studio Bandung. Wahana Trans Studio Bandung adalah wahana indoor terbesar di Indonesia, namun pada akhirnya dapat email dan dinyatakan lolos untuk menjadi peserta blogger day 2019.

Seneng bukan main dong karena terbayang akan seru-seruan di Trans Studio Bandung, terlebih lagi gratis. Sebagai orang Bandung asli, saya belum pernah ke Trans Studio Bandung, dan kali ini diberikan kesempatan gratis untuk menjejak tempat keren itu.

Saya datang telat ke Trans Studio Bandung karena suatu hal, bahkan sampai dicari oleh Mbak Wawa dan Mbak Yayat, duh terharu banget padahal anak baru tapi diperhatikan banget hehe. Sampai ke WA saya dan menanyakan sudah sampai di mana.


Sebenarnya nggak enak juga, baru aja gabung tapi sudah telat. Maafkan yah panitia-panitia kece atas ketelatan saya. Efek telat, saya hanya menikmati beberapa wahana saja padahal sejatinya wahana di Trans Studio itu banyak banget.

Saya hanya mengunjungi wahana "Dunia Lain", wahan di mana kita berada di suatu kereta dan kereta itu membawa saya berkelilingi ke tempat-tenpat yang nyeremin banget. Sebelum menaiki kereta itu sebelumnya kita berfoto dulu dengan gaya seunik mungkin.


Kesan menaiki kereta "hantu" itu adalah serem banget lebih seram daripada dapat undangan pernikahan dari mantan. Kita akan disambut dengan musik yang membuat bulu kuduk merinding disko.



Belum lagi akan disambut oleh beberapa jumpscare yang membuat jantung berdegup kencang, yang membuat saya kagum Trans Studio Bandung membawa kita seolah-olah segala penampakan itu nyata. Serem sih tapi ketagihan banget

*Informasi Tambahan*

Bagi anda yang akan berkunjung ke Trans Studio Bandung, jika datang pagi hari anda akan disambut dengan “Opening Dance” yang dilakukan oleh seluruh karyawan Trans Studio Bandung. Setelahnya, anda juga akan masuk melewati karpet merah serta disambut oleh para Zoo Crew dan hujan gelembung sabun. Serta confetti yang akan membuat anda merasa seperti seorang artis ternama.

Kemeriahan yang akan anda rasakan bertambah lagi, karena setelah acara Opening Dance. Anda sebagai pengunjung juga akan disambut dengan penampilan “Vintage Band” didepan wahana vertigo yang akan membawakan lagu Medley Mashup dari lagu-lagu yang sedang hits. Selanjutnya anda juga akan kembali dihibur dengan acara “Icon Session”.

Di mana acara “Icon Session” ini dilakukan untuk memperkenalkan icon dan para zoo crew kepada pengunjung Trans Studio Bandung. Didalamnya terdapat theme park dance, baby shark dance, dan zoo crew dance. Tarian tersebut akan dilakukan oleh para icon trans studio bandung dan mengajak para pengunjung untuk ikut bergabung menari bersama disemua area Trans Studio Bandung.


Selain itu, ada 4 show besar yang tentunya wajib untuk anda saksikan ketika berkunjung ke Trans Studio Bandung. Diantaranya adalah :

Pertunjukkan sulap yang bertema Steam Punk di Trans City Theater berjudul “It’s Magic”.Pertunjukkan sirkus “Bedrock Circus”.Pertunjukkan “Special Effect Action”.Serta pertunjukkan “Magical Parade Of Zoo Crew”.

Informasi Harga Tiket Masuk Trans Studio Bandung

Senin – Kamis : Rp. 180.000,-

Jum’at : Rp. 200.000,-

Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional : Rp. 280.000,-

Harga-harga tersebut sudah termasuk bermain disemua wahana yang ada di Trans Studio Bandung. Serta dapat menyaksikan semua pertunjukannya. Sedangkan untuk jam operasional Trans Studio Bandung adalah jam 10.00 – 18.00 WIB untuk hari Senin – Jum’at. Jam 10.00 – 19.00 WIB jadwal operasional untuk akhir pekan dan juga hari libur nasional.

Crowne Plaza Bandung

Setelah menjejak Trans Studio Bandung, 100 orang peserta Blogger day 2019 dibawa ke hotel hits Bandung. Salah satu hotel Bintang 5 yang berada di Bandung, Crowne Plaza Bandung.

Memasuki Hotel Crowne Plaza Bandung, saya seperti dibawa keistana. Desain bangunannya indah banget, perpaduan antara keindahan eropa dan tradisi Indonesia.




Terlebih lagi yang membuat nyaman adalah pengamannya, sebelum memasuki hotel kita mesto diperiksa dulu. Jujur ini membuat nyaman karena di dalam hotel dipastikan aman dari kejahatan semacam bom dan tindak kriminal lainnya, tetapi tidak untuk ancaman hati yang terluka karena sia dia, eh hahaha.

Saya berkesempatan juga merasakan coffe break di Crowne Hotel Bandung meskipun tidak hanya mencicipi kopi saja, hampir semua makanan saya coba. Rasanya mantap banget, hampir 3 kali saya mencicipi hehe.



Saya juga sempat menjejak lantai 4, di sana ada kolam renangnya dan langsung menghadirkan view gunung yang cantik banget. Tenti saya berfoto dong di sana sebagai bentuk mengabadikan momen.


Selesai mengabadikan momen di kolam renang, saya bersama 100 blogger langsung disajikan makanan dong. Makannya enak banget dan hal yang terpenting disajikan ala-ala ngaliwet yaitu dengan alas daun pisang.


Kapan lagi bisa ngaliwet di hotel bintang 5 ? Dan saya juga mencicipi rendang duh joss deh. Uniknya ada demo masak pizza dengan topping rendang, mantap nggak tuh ?

Adapun fasilitas yang dimiliki Crowne Hotel Bandung sebagai berikut :

 dengan beragam fasilitas yang ditawarkan. Seperti :

Kolam Renang.Pusat Kebugaran 24 jam.Spa Uluwatu Bali.Mosaic All Day Dinning.Connexions Lobby Lounge.Mountain View Poolside.Kids Club.

Serta layanan wifi berkecepatan tinggi yang setiap hari bisa anda gunakan. Dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan, jelas jika Crowne Plaza Bandung akan menjadi pilihan terbaik untuk anda menyelenggarakan meeting di hotel bintang 5 dibandung.

Lokasi Crowne Plaza Bandung

Jl. Lembong No. 19 Bandung. 40111, Jawa Barat, Indonesia.

Hp : 0821-7465-3938

Telp : 022-3000-2500

Lineation Centre, One Stop Aesthetic & Health Care Terlengkap Di Jawa Barat

Selain dimanjakan dengan fasilitas yang mewah banget dari Crowne Hotel Bandung. 100 peserta blogger day 2019 dimanjakan juga oleh Lineation.

Apa itu Lineation ?

Berangkat dari nama DF Clinic sejak tahun 2018, dan kini bertransformasi menjadi Lineation Aesthetic & Health Care pada tahun 2017. Bahkan tak hanya bertransformasi saja, klinik dibawah naungan dr. David Budi Wartono ini mengusung konsep bernuansa Korea ini menambah banyak layanan. Dimana layanan tersebut tentu menjawab kebutuhan masyarakat dimasa kini dan masa yang akan datang.

Mulai dari layanan kesehatan umum, gigi, apotek, fisioterapi, akupuntur, layanan kecantikan seperti skin care, botox, filler, thread life hingga bedah plastik. Bahkan tersedia juga layanan ibu dan anak, layanan salon seperti make up, bridal dan hair treatment, medical check up lengkap hingga layanan stress management.

Dari sekian banyak layanan yang ditawarkan tersebut, Lineation Aesthetic & Health Care. Sejauh ini memiliki 6 dokter, 2 tenaga ahli (Fisioterapis & Akupuntur), serta beautician dan nurse untuk mendukung operasional.

Terletak di Jl. Leumah Nendeut No. 11 Sarijadi, Kota Bandung. Atau 5 menit dari gerbang tol pasteur, jelas Lineation memiliki peluang yang baik dan lokasi yang strategis yang sangat mudah untuk dijangkau. Keberagaman layanan yang dimiliki jelas membuat masyarakat tak perlu lagi repot mencari klinik yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan mereka. Akan kesehatan dan kecantikan, baik dari luar maupun dalam.

Lineation sendiri terus berupaya memahami dan mengembangkan diri. Mengetahui bahwa perkembangan zaman yang cepat berubah, tingkat kesibukan yang semakin tinggi, kesehatan raga serta kecantikan tak cukup menjadi prioritas utama. Namun, kesehatan jiwa pun harus mendukung kedua aspek tersebut. Happy-Healthy-Beauty, merupakan slogan yang diusung Lineation yang menjadi dasar untuk terus bertransformasi.

Fasilitas yang ditawarkan sudah memenuhi standar dan tentu menjamin kenyamanan pengunjung. Mulai dari welcome drink yang disediakan untuk pengunjung ketika menunggu. Entertainment berupa audio visual, bahan bacaan, kenyamanan ruang tunggu, ruang tindakan dengan alat yang lengkap dan tentu sesuai dengan standar. Akan membuat kenyamanan pengunjung semakin terasa dalam menggunakan layanan dan fasilitas di Lineation.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat diketahui melalui website www.lineation.id atau bahkan melalui akun instagram @lineation.id. Dan No Telepon di 0812-2190-6850.

Pengalaman saya mendapatkan berbagai pengalaman baru di acara Bloggerday 2019 membuka mata saya, bahwa pentingnya bergabung dalam sebuah komunitas.

Selain menambah jejaring pertemanan. Komunitas juga membuat kita semakin semangat menulis. Saya berkesempatan bertemu dengan penulis serta blogger keren yang semakin memacu saya untuk terus menulis.

Seperti kata sastra terkenal, Pramoedya Ananta Toer "Menulis adalah bekerja untuk keabadian" saya juga ingin abadi dalam tulisan.


Terimakasih Bloggercrony sudah mengajak saya ke acara Bloggerday yang luarbias. Semoga bisa ikut lagi di tahun depan. See you

Monday, March 11, 2019

Andai Dilan Jadi Anak Rohis

11:50 AM 26
Seminggu lalu yang menonton Dilan 1991 gratis bersama Pak Wabup Bandung Barat, Hengky Kurniawan. Sebenarnya penasaran saja bagaimana kelanjutan dari Dilan 1990 yang dulu pernah saya tonton.


Sumber Gambar : Fimela.com

Ngevlog bareng Pak Hengky setelah nonton Dilan

Dilan 1990 menduduki film terlaris kedua sepanjang masa di Indonesia, penontonnya sekitar 6 juta orang terpaut sedikit dari peringkat pertama Warkop DKI Reborn.
(Data diambil dari Cinema 21, PPFI, Blitzmegaplex, produser film dan sumber-sumber lainnya.)


Sebagai film yang mengangkat latar Bandung, tentu saja saya bangga dong. Kebetulan juga pernah bertemu penulisnya ayah Pidi Baiq. Namun di Dilan 1990 ada hal yang tidak saya sukai yaitu adegan di mana Dilan memukul Pak Suripto.

Bayangkan 6 juta orang menyaksikan Dilan memukul gurunya, yang saya takutkan anak-anak ABG menirunya. Apalagi saya seorang guru. Masa setiap guru harus dibekali ilmu kebal.

Dilan 1991 juga menawarkan hal yang serupa, bumbu-bumbu percintaan yang berlebihan. Adegan ciuman secara tersirat, kalau saya nonton Dilan bersama orangtua aga canggung deh.

Terus hal paling menyebalkan adalah keras kepalanya Dilan. Disuruh jangan tawuran oleh Milea. Eh malah tawuran mulu jadi putus deh.

Coba aja kalau Dilan ngga ikut geng motor, malah ikut remaja masjid (Rohis) mungkin saja Dilan mampu mengajak Milea Hijrah dan nantinya mereka menikah.

Dilan menyuruh Milea menutup auratnya, lalu Dilan mengajak teman-temannya ikut pengajian Ustad Hanan Attaki atau Ustad kekinian lainnnya. Mungkin saja tidak ada cerita Akew (Teman Dilan) meninggal dikeroyok geng motor.Rasanya hidup Dilan lebih barakah hehe.

Setelah lulus kuliah Dilan mengkhitbah Milea, lalu mereka menikah. Serta berkolaborasi berjualan cireng isi atau nasi padang kekinian. Mereka mengajak teman-teman mantan geng motornya untuk berjualan.

Lalu di mana konfliknya kalau Dilan jadi anak rohis ? Konfliknya di saat Dilan berhijrah ada saja temannya yang mengajak tawuran, hingga menyekap Milea agar Dilan mau kembali ke geng motor mereka.

Karena terdesak Dilan jadi Spiderman, sebelumnya Dilan sempat di gigit lancah maung ( Laba-laba harimau). Makin ngaco duh.

Intinya lebih indah jika film-film yang sarat pesan moral menjadi trending perfilman Indonesia. Semoga Indonesia dapat menghadirkan film yang punya jiwa keindonesian. "Ketika Dilan bertasbih" mungkin keren juga tuh.

Sunday, March 10, 2019

Terlempar dari Motor

12:12 PM 2
Terlempar dari Motor
Sabtu kemarin kembali ke kampus dalam rangka mengurus segala hal tentang perkuliahan semisal tesis, jurnal, dan lain-lain.

Sebagai anak semester akhir yang hidup  setengah mahasiswa karena status masih mahasiswa tetapi tidak kuliah hehe.

Selesai mengurus segala hal melanjutkan perjalanan ke Dago dengan dompet tipis karena bayar kuliah 🤣. Sebagai mahasiswa yang hidup tanpa beasiswa pemerintah dan orangtua, aga berat mengeluarkan rupiah.

Berangkatlah ke daerah Dago untuk belajar lebih jauh lagi dengan Copywriting. Copywriting semacam teknik menulis yang mampu membujuk pembaca agar tertarik dengan barang/jasa yang mereka iklankan.

Menurut pematerinya copywriting adalah bagian dari Neuro Linguistic Proggraming (NLP). Asyik banget bahasannya. Jadi tahu bagaimana mengemas tulisan yang menjual.

Saking keasyikan nggak kerasa sudah pukul 6 sore. Bisa-bisa sampai rumah pukul 8 malam. Perjalanan ke daerah saya gelap kawan.

Jarang sekali lampu jalan apalagi saat itu hujan. Wuh ekstrim deh. Belum tentu Valentino Rossi bisa ngebut di jalan yang saya lalui.

Saya mengendarai motor dengan perlahan, alon-alon asal kelakon deh. Soalnya dulu waktu S1, di saat ujian pernah jatuh dari motor pas hujan juga sampai sekarang kaki belum sembuh.

Tak disangka momen jatuh dari motor terulang, saya yang mengendarai motor dengan pelan dihantam kontener dari sisi kanan. Motor muter dan saya terlempar ke samping kiri.

Alhamdulillah nggak ada luka serius, hanya badan ngerasa nyeri karena terlempar cukup jauh. Beberapa detik kemudian seorang pemuda menolong saya.

Ia mengangkat motor yang tergeletak lalu mencari sendal saya yang hilang, duh baiknya luarbiasa deh. Sampai pakai senter ngebelain nyari sendal saya.
Kalau ketemu lagi akan saya traktir baso deh.

Amanatnya, tolong diberi lampu penerangan sekitar jalan Padalarang-Purwakarta. Sudah banyak kecelakaan loh karena minimnya penerangan. Saya jadi korban juga

CC Pak Gubernur Ridwan Kamil dan penjabat terkait.

Friday, March 8, 2019

Nonton Dilan bersama Wakil Bupati.

9:30 AM 5
Dari awal launching saya sudah berniat mau nonton Dilan, bahkan ketika travelling di Solo cari-cari info penayangan Dilan, eh di Solo belum tayang.

Sepulang ke Bandung (coret, Cikalongwetan) ternyata ngga punya temen nonton. Nonton Dilan sendirian kan aga sedih.

Beberapa hari kemudian diajak nonton Dilan (dikasih makan juga haha) bersama WaBup Bandung Barat, Pak Hengky Kurniawan. Dulu Pak Hengky dikenal sebagai artis sinetron yang banyak wara-wiri di layar kaca.

                      Ngevlog bareng

Tentu setelah menonton saya punya kesempatan berbincang-bincang dengan beliau. Membahas apa ? hal sensitif tentang bagaimana masa depan jomblo di era kepemimpinannya (Bercanda)

Wawancara sambil Ngevlog

Sejatinya sebagai anak muda harus belajar dari sudut pandang manapun yang terpenting punya filter untuk diri sendiri, membedakan mana yang perlu diteladani dari seorang tokoh.

Ada hal unik yang saya teladani dari sosok Pak Hengky Kurniawan, beliau orangnya ramah. Saya nodong wawancara dilayani dengan baik bahkan dia sendiri minta diulang karena penampilannya belum rapih. Padahal saya sendiri lebih acak-acakan hehe.
               Selfie setelah nonton Dilan

Jujur waktu beliau mencalonkan diri jadi wakil bupati saya tidak memilihnya, soalnya sedang di Kediri. Hal terpenting siapapun pemimpin daerah kita atau lebih besarnya Indonesia, dukung dan awasi dia jangan sampai bekerja sendirian.

Saturday, March 2, 2019

3 Hari Menjadi Gembel

6:47 AM 26
Perjalanan kali ini sulit saya lupakan, karena untuk pertama kalinya jadi gembel alias tunawisma. Tidur di depan toko bersama anak punk. Berikut detail ceritanya.


Seminggu yang lalu, saya melakukan perjalanan Bandung, Jakarta, Semarang dan Solo dalam tempo 3 hari. Sebenarnya ini agenda dadakan dikarenakan kehabisan tiket pulang ketika di Jakarta, jadi muter dulu ke Semarang dan Solo.

Baca Juga : Sehari hidup di Jakarta

Perjalanan awal dari Bandung ke Jakarta mendapatkan jadwal kereta pukul 12 malam, saya datang ke stasiun Bandung pukul 8 malam. Kebayang dong saya 4 jam ngapain aja ? yah tiduran di stasiun hehe.


Dari rame orang hingga sepi dan rame lagi.
Penjaga stasiun mungkin aneh, kok orang ini di sini mulu, apakah dia sedang ngefrank jadi gembel seperti yang dilakukan Baim. Saya gembel beneran Pak, bahasa halusnya sih tunawisma.

Perjalanan kereta dari Bandung ke Jakarta normal 3 jam karena suatu hal malah bengkak jadi 4 jam. Sampai di Jakarta pukul 5, salat dulu lalu sarapan dan menjelajah Monas serta Jumatan di Masjid Istiqlal dilanjut acara di kantor Blibli.com.


Kali ini tidak dalam mode gembel, masih mode Sultan, naik turun Grabcar dan makan mewah dari Blibli.com

Nah pulang dari Jakarta jadi gembel alias tunawisma lagi dong, nunggu di stasiun berjam-jam hingga menaiki kereta menuju Semarang dari semarang dilanjut Bus ke Solo. Perjalanan kereta Jakarta-Semarang sekitar 8 jam deh.



Baca Juga : Keindahan Kota Solo

Di Solo jadi Sultan lagi, nginep di Hotel ke acara hits. Baru pulang dari Solo ke Bandung jadi gembel lagi. Perjalanan dari Solo ke Bandung sekitar 11 jam karena saya naik kereta dengan harga ekonomis. Tiba di Bandung pukul 12 malam. Rumah saya sekitar 2 jam dari Bandung lebih pelosok lagi.


Saya melanjutkan perjalanan naik kereta lokal dari stasiun Kiaracondong (Bandung) menuju stasiun lokal (Padalarang) sekitar sejam. Di Stasiun Padalarang tidak bisa numpang tidur karena pukul 1 dini hari stasiunnya tutup.

Walhasil saya mencari tempat tidur dong, tepatnya tidur di depan toko yang setengah buka, saya memesan minuman supaya tidak malu banget kalau numpang tidur.
Udah numpang tidur tapi nggak beli kan kasihan tukang jualannya.

Tepat di sebrang saya, banyak segerombolan anak punk yang tidur di depan toko juga, jadi merasakan bagaimana menjadi seorang tunawisma, dingin ternyata hehe.

Pukul 5 pagi baru dapat angkot untuk melanjutkan perjalanan ke rumah, waktu yang ditempuh sekitar 1 jam.

Perjalanan Bandung-Jakarta-Semarang dan Solo, salah satu travelling yang tidak akan saya lupakan. Lebih menantang daripada perjalanan ke Malaysia seminggu sebelumnya.

Baca juga : Perjalanan ke Malaysia

Dalam perjalanan kali ini, merasakan bagaimana hidup di Ibukota (Macet bos), merasakan tradisi kota Solo, merasakan perjalanan yang membuat pantat terbakar. Hal terkeren merasakan jadi gembel alias tunawisma.

Catatan : Momen ketika jadi gembel tidak diabadikan karena takut duh mengeluarkan HP, takut kena begal.

Ketika kembali ke rumah bersyukur banget, karena banyak saudara kita yang tak punya tempat untuk sekadar berteduh. Alhamdulillah masih punya selimut. Hikmah dari perjalanan kali ini banyak hal yang saya syukuri.

Thursday, February 28, 2019

Semarang, Tempat Lahirnya Stasiun Tertua di Indonesia

9:20 AM 1
Semarang tidak hanya berperan sebagai ibukota Jawa tengah, lebih jauh lagi kaya dengan berbagai sejarah yang ada. Dari mulai sekarang perjuangan hingga kisah mistis di Lawang Sewu.

Sebagai ibukota porosnya Jawa, banyak hal-hal unik yang dapat ditemukan di Semarang. Selain polisinya yang dikenal "Galak" alias sangat displin dengan aturan lalu lintas, Semarang juga terkenal akan lumpianya yang makjos versi lain dari makyos.

Kali ini saya tidak akan bercerita tentang lumpia, selain takut lapar di saat menulis. Pada tulisan ini lebih memfokuskan tentang banyaknya stasiun tua di Semarang.

Bicara sejarah perkereta apian Indonesia, tak akan lepas dari Semarang. Sebab kota ini merupakan awal mula lahirnya stasiun pertama di Indonesia.

Banyak versi tentang stasiun pertama di Indonesia dan yang terkeren semuanya terletak di Semarang. Salah satu stasiun yang dianggap paling tua di Indonesia adalah stasiun Semarang NIS

Stasiun Semarang NIS mulai dibangun sekitar tahun 1864 dan selesai pada tahun 1867. Namun sayang stasiun itu sudah tidak beroperasi.

Stasiun tertua di Indonesia yang masih beroperasi ialah Stasiun Semarang tawang, saya sekadar pernah melewati stasiun ini dalam perjalanan ke Surabaya.



Saya berkesempatan menjejakan kaki di Semarang namun saya tidak berkunjung ke stasiun tertua karena keterbatasan waktu. Lumayan deh bisa berfoto di Stasiun Poncol.


Stasiun poncol selesai dibangun tahun 1914, duh sebelum Indonesia merdeka sudah ada ini stasiun. Perihal bangunan sih tidak terlalu besar seperti stasiun-stasiun yang ada di Jakarta, namun perihal sejarah menang banyak.

Rasanya ingin kembali ke Semarang, menjejak Stasiun NIS. Ingin aja belajar sejarah langsung dari lokasinya.