Monday, February 15, 2021

5 Alasan Ajaib dari Anak untuk Izin Belajar dari Rumah

9:18 PM 1

 

alasan-nyeleneh-izin-pembelajaran-daring

Tak terasa sudah setahun lebih mengajar dalam keadaan pandemi seperti ini, pembelajaran di era pandemi yang kemudian sering dikenal dengan istilah BDR (Belajar dari Rumah) banyak sekali dinamika yang mewarnai. Di mulai kendala guru terhadap teknologi yang digunakan dalam pembelajaran, jangankan guru senior, saya saja yang masih 20-an sering banget mengalami kegaptekan terutama dalam hal editing. Semisal penggunaan green screen dan bermacam-macam pernak-perniknya.


 Guru sangat dituntut untuk kreatif karena di pembelajaran dalam jaringan (daring) ini mengupayakan menggunakan berbagai media pembelajaran yang menarik. Saya pernah mencoba memakai zoom namun terkendala jaringan yang bikin gemes banget, putus, nyambung, putus, nyambung mulu kaya anak ABG yang lagi dimabuk cinta monyet. Walhasil mencoba membelajaran menggunakan Youtube dengan cara saya membuat video berbekal green screen dan kemampuan editing yang pas-pasan. Hasilnya lumayan  banyak siswa yang mengikuti pembelajarannya dengan baik, namun tak ada gading yang tak martin, eh retak maksudnya ada beberapa siswa yang teguh banget untuk nggak ngerjain tugas. 


Saya coba dong menghubungi anak-anak yang nggak mengerjakan tugas tersebut. Kata bijak sudah saya layangkan via WhatsApp tinggal menunggu balasan. Beberapa orang ada yang membalas dengan alasan unik bin ajaib, beberapa juga ada yang gitu deh. Lebih sejalasnya saya buat poin-poin deh biar kaya judul artikel binti curhat ini. Berikut alasan-alasan ajaib mereka :


1. Nggak Ngasih Alasan


Nah dari judulnya aja sudah bingung bukan karena memang benar sebagian dari mereka nggak ngasih alasan sama sekali. Ketika saya memborbardir mereka dengan kata bijak di WhatsAPP. Beberapa ada yang cuma ngeread aja. Iya ngeread aja, sakit nggak tuh diread aja sama murid sendiri. Kalau di dunia nyata seperti gini, ada guru bertanya ke siswa nah berkali-kali ditanya malah diem, ditanya lagi diem, ditanya lagi diem, yang ditanya manusia apa patung duh.


2. Ikut Orangtua ke Luar Kota


Pernah suatu hari saking gemesnya kepada seorang siswa yang jarang mengikuti pembelajaran daring, akhirnya mencoba menanyakan kepada orangtuanya terkait kenapa anaknya sudah berkali-kali tidak ikut belajar.

"Assalamualaikum Pak. Ini dengan Bapaknya Mawar,"

"Walaikumsalam. Bukan Pak ini KFC. Mau pesan apa ?"


Kurang lebih bukan begitu percakapannya. Saya menanyakan kepada orangtuanya kepada Mawar nggak pernah ikut belajar, Bapaknya jawab karena anaknya ikut diajak liburan ke luar kota. Tadi gemes sama anaknya, kok sekarang jadi gemes dengan bapaknya karena nganggep pembelajaran online udah kaya liburan aja. Apalagi ketika pandemi yang sebaiknya di rumah aja. Sekalipun harus ikut dengan anaknya ke luar kota, nggak setiap minggu juga kali yah ?


3. HPnya Tukeran dengan Si Doi


Kebetulan saya mengajar tingkat SMA/SMK yang dalam usia segitu beberapa anak sedang mengalami kebucinan tingkat tinggi. Pernah menemukan alasannya tidak ikut pembelajaran daring yang uwuw banget tapi dalam konteks negatif. Yaap mereka tukeran HP satu sama lain dan segala informasi di grup kelas katanya ke Skip. Walah saking bucinnya guru aja dianggap kerupuk di tukang mie ayam, yang sering kali nggak dianggap.


4. Layar Hpnya Retak


Beberapa minggu lalu sering banget menggunakan pembelajaran melalui Google meet dikarenakan bosen zoom yang waktu belajarnya cuma 30 menit untuk akun non premium. Setelah pembelajaran berlangsung 2 minggu, ada seorang anak ngechat saya dengan alasan tidak bisa ikut pembelajaran daring dikarenakan layarnya retak. Seketika otak saya berpikir "Jangan-jangan layarnya retak karena keseringan lihat wajah saya nih, jadi HPnya aja nggak kuat," dipikiran itu ditepiskan karena anak itu bilang bahwa HPnya jatuh. Duh semoga HPnya bisa bangkit lagi agar tidak tenggelam dalam lautan luka dalam.


5. Ganti-Ganti Alasan


Tipe anak kali ini entah pinter atau memang kelewat merasa pinter sehingga guru nggak pernah curiga dengan berbagai alasan yang dia utarakan. Bayangkan saja minggu pertama alasannya nggak ikut pembelajaran daring karena neneknya meninggal, minggu selanjutnya adiknya dikhitan, minggu berikutnya ikut orangtuanya ke luar kota, nah eh ternyata nomor 5 dengan nomor 2 adalah orang yang sama nih.


Sebenarnya banyak banget sih alasan siswa yang nyeleneh untuk menghindari belajar dari rumah, namun gurunya harus menyiapkan pembelajaran untuk besok meski tahu akan ada aja siswa yang nggak hadir dengan alasan yang ajaib