Thursday, June 27, 2019

Naik Bus Gratisan Bersama Hantu

Beberapa hari ini viral fenomena yang tak biasa, naik bus jurusan Bekasi-Bandung dengan gratis. Kalian tertarik, eitss sebaiknya dipikir-pikir dulu karena supir + penumpang lainnya adalah makhluk tak kasat mata alias hantu.


Sumber Foto : Pixabay.com

Peristiwa tersebut dialami oleh Hebbi, seorang pengusaha muda yang kebetulan berangkat dari Cikampek menuju Bandung pada sore menjelang malam hari . Dia membagikan pengalaman mistisnya di story Instagram agar bila terjadi apa-apa selama perjalanan, keluarganya bisa tahu.

Kisah bermula ketika dia ingin bertemu dengan istri dan anaknya di Bandung, dia menaiki bus ekonomi yang secara fisik lumayan tua. Setelah 1,5 jam perjalanan ada yang aneh, biasanya 1 jam sudah masuk daerah Purwakarta. Hebbi berpikir mungkin macet karena ketika perjalanan dia tidur.

Ketika memasuki Purwakarta, saat itu lampu bus nyala. Dia terkejut muka penumpang lainnya pucat bahkan di KM 80 tercium bau anyir. Hebbi mencoba bertanya ke penumpang lain namun diacuhkan sembari memasang wajah pucat.

Dia selfie di bus dan ternyata penumpang lain tidak nampak difoto. Selama perjalanan dia hanya pasrah dan berdoa.
Kabar baiknya dia sampai di Bandung dengan gratis, kernetnya menjawab tidak usah bayar dengan intonasi datar.

Setelah turun di bus tersebut, beberapa bagian tubuhnya terasa gatal. Menurut pengakuan Hebbi rasa gatal itu sampai sekarang masih dia alami.

Mari kita bedah apa yang Hebbi alami dari sisi logis.

Pertama, kenapa busnya belum sampai Purwakarta padahal sudah 1,5 jam berlalu, biasanya cuma 1 jam ? Lah wong yang dinaiki Mas Hebi adalah bus tua jadi jalannya lambat atau bisa juga supirnya berprinsip alon-alon asal kelakon.

Kedua, pas lampu mobil nyala muka penumpag lainnya nampak pucat. Mungkin saja mereka adalah rombongan dari komunitas patah hati yang mau liburan ke Bandung guna melupakan mantannya yang menikah duluan.Biasanya orang patah hati tidak punya gairah hidup jadi nampak pucat hehe. Semua kemungkinan bisa terjadikan ?

Ketiga, ketika ditanya penumpang lainnya tidak menjawab. Namanya juga orang sedang patah hati, boro-boro ditanya kadang makan dan mandi aja males.

Keempat, tercium bau anyir di KM 80. Indonesia belum bisa tertib buang sampah, bisa juga di KM 80 banyak timbunan sampah.

Kelima, selfie tapi penumpang lainnya ngga kelihatan ? Wajar atuh kan penumpang lainnya sedang patah hati, ngga mau fotonya yang sendu tersebar di media sosial. Nanti mantannya tahu dong dia bersedih haha.

Keenam. Busnya tidak mau dibayar. Bisa jadi supirnya menganut prinsip negara Australia karena di negara tersebut bila listrik mati setengah hari, gratis listrik sebulan. Hal itu coba diterapkan Pak Supir, sebagai permintaan maaf karena busnya telat sampai Bandung, pak supir menggratiskan ongkos.

Ketujuh, ketika turun tubuhnya merasa gatal. Wajar sih, bus tuanya mungkin tidak terawat dan banyak bakteri penyebab gatal. Saran saya Mas Hebbi mandi pake sabun Detol pembasmi bakteri biar gatalnya hilang hehe.

Btw sebagai seorang pria yang suka bepergian jauh sendirian sebenarnya ngeri dengan cerita Mas Hebbi namun saya coba positif thinking dulu. Nggak lucu bila hal itu terjadi dengan saya, saya pura-pura jadi pemburu hantu deh biar diturunin 😅.

12 comments:

  1. Eh tunggu, ini postingan pesanan sponsor? Detol?

    ReplyDelete
  2. Wah wah, saya kira naik busnya benera, pasti anak twitter nih liat thread ini kemarin.
    Nah, kalau mau baca tentang fotografi boleh mampir ke blog saya juga mas di gariswarnafoto(dot)com

    ReplyDelete
  3. Pasti ini yang sedang firal itu ya pak hehehe

    ReplyDelete
  4. haha bisa aja ya dari sisi logisnya,

    tapi benera aku nanya sama temenku yang indihome, eh indigo, memang beneran di bus itu ada beberapa makhluk astral, katanya auranya ga enak di bus itu

    ReplyDelete
  5. Apakahhhhh....ini sponsored post? :D
    Btw, jadi agak nyadar fungsinya nge-live di medsos dalam perjalann. Selama ini live IG cuma kalo dibayar #ehjujuramatgw

    ReplyDelete
  6. bhahaha 'bedah sisi logis' yang sungguh menggetarkan sanubari.

    ReplyDelete