Sunday, February 17, 2019

Keliling Malaysia : Obat Putra Tidur dan Kaos Kaki Beracun

Alhamdulillah diri ini mendapat kesempatan untuk menjejak Negara Jiran, Malaysia. Di sisi lain saya merasa senang karena ini pengalaman pertama mengunjungi negeri Upin dan Ipin.

Namun ada kekhawatiran yang berputar di kepala, saya adalah seorang pemabuk. Bukan mabuk janda dan mabuk judi karena kata Om Rhoma itu berbahaya.

Iya setiap naik mobil sering sekali mabuk. Walhasil mempersiapkan Antimo (Obat anti mabuk) karena terbang dari Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), perjalanan Bandung-Tangerang sekitar 3-4 jam.

Satu jam sebelum keberangkatan, saya minum satu antimo. Kebetulan saya tidak sendiri ke Malaysia tapi bersama teman-teman Magister Bahasa Indonesia.
                Suasana dalam bus

Awalnya di Bus tidak ada yang mau duduk dengan saya, sakit nggak tuh. Sebelumnya bercerita bahwa saya suka mabuk. Kalau sendirian begini jadi ingin berpuisi

"Aku ini binatang jalang, kumpulan jomblo yang terbuang," eh puisinya salah.

Tak rela melihat saya sendiri. Tibalah seorang pria tinggi besar serta berkepala botak menghampiri saya. Awalnya berpikir kok ada debt Collector, padahal cicilan motor saya sudah lama lunas.

   Sosok Om Hendra yang berkepala plontos

Ternyata yang menghampiri saya adalah Om Hendra, Kepala Sekolah yang merangkap menjadi Redaktur Bandungbaratpos.com. Dengan gagah berani dia duduk di samping saya, seolah menjadi pahlawan dia berkata

"Minum antimonya berapa Ken ?"

"Satu Om," jawab saya

"Empat saja," dia memasang wajah yakin.

Karena tidak mau masuk rumah sakit akibat overdosis obat mabuk, saya makan dua saja. nggak lucu masuk RS gegara overdosis antimo.

Benar saja selama perjalanan menuju Bandara saya tidak sadarkan diri, seperti putra tidur. Saya bangun ketika Om Hendra membangunkan. Mirip adegan putri tidur dibangunkan oleh pangeran dengan dicium. Aga geli membayangkan dicium Om Hendra haha.

Perjalanan selama di Malaysia saya tulis di sini " Tentang Perjalanan"

Singkat cerita tiba di Hotel, entah kenapa saya selalu bersama Om Hendra. Di Bus, pesawat bahkan sekamar di hotel. Di hotel banyak bercerita perihal kepenulisan, keluarga dan banyak perbincangan yang tidak lolos sensor komisi penyiaran haha.

Malam semakin larut, si Om sudah tidur. Saya masih menulis untuk blog. Beberapa detik kemudian datang suara mengerikan. Om Hendra ngorok dan ngoroknya itu seperti musik Hardcore walhasil semalaman saya tidak tidur.

Pagi tiba, alhamdulillah lolos dari polusi suara. Namun belum sampai di sana saja penderitaan itu. Saya keluar kamar sebentar untuk cari udara segar, setibanya di kamar duh kamar jadi bau tikus yang nggak mandi 7 tahun.

Bayangkan tikus aja bau apalagi dia nggak mandi 7 tahun. Setelah diselidiki itu bau kaos kaki Om Hendra, menurut pengakuannya kaos kaki itu semalaman dimasukan ke brankas yang ada di kamar. Ketika pagi dikeluarkan.

2 minggu yang lalu kaos kaki itu dipakai futsal lalu setelahnya dipakai lagi oleh Om Hendra ke Malaysia. Ya Allah, baunya seperti belerang dicampur sayuran busuk ditambah ekstrak terasi. Bayangkan deh, alhamdulillah saya tidak pingsan.

Untung ketika ketiduran di bus tidak dibangunkan dengan cara membekap saya dengan kaos kaki itu, kalau terjadi saya bisa-bisa tertidur untuk selamanya.

4 comments:

  1. 😂😂😂 itu kaos kakinya bisa menghidupkan orang mati kayaknya

    ReplyDelete
  2. Wow... Rugi lho kalau sering mabok.. Jadi tidak menikmati perjalanan, apalagi klo minum antimo hahaha..... Ah jadi pengen ke LN.. .Kayaknya luar biasa bgt ya

    ReplyDelete
  3. Kasihan Om Hendra, beliau baca ini gak?

    Memang ampuh sih ya Antimo itu. Untung gak minum 4 hahaha.

    ReplyDelete
  4. 😂😂😂kaos kakinya bisa untuk mengusir nyamuk itu.

    ReplyDelete