Friday, August 23, 2019

Sang Saka di Ujung Lidah


Saudara satu pijakan tanah
Dahulu kita menyatukan darah
Untuk menyobek warna biru dari negara yang pernah menjajah

Saudara yang disatukan bahasa
Dahulu kita berjuang untuk sekadar menyanyikan lagu Indonesia raya
Lagu yang setiap nadanya harus dibayar dengan nyawa

Kini Sang Saka hanya hadir di ujung lidah
Gaungnya hilang seiring dengan keringnya ludah

Berlomba berteriak paling Indonesia namun ketika ada yang beda
Segera dihujat dan dihilangkan dari dunia

Bagiku, sejatinya kita lahir dari tanah air yang sama bernama Indonesia
Sekalipun warna kulit, budaya, dan segala perbedaan lahir
Itu bukan menjadi alasan kebersamaan tak hadir

NKRI tak hanya harga mati
Bagiku NKRI tempat untuk berbakti

#Revu Indonesia 17an

No comments:

Post a Comment